Wisata Jogja

Please Wait
Please Wait for 10 Second

Kebun Buah Mangunan Jogja – Keindahan Alam Bak Negeri di Atas Awan

Dapat dikatakan bahwa Yogyakarta benar-benar beruntung mempunyai bentang alam yang sangat beragam. Hampir setiap keindahan alam dimiliki oleh Kota yang mana juga disebut dengan Kota Gudeg ini. Sehingga, tidak heran apabila Yogyakarta disebut-sebut sebagai pengganti atau alternatif dari Pulau Bali yang sudah sejak lama mengemban tugas sebagai pusat pariwisata nasional dan internasional.

Semakin berkembangnya tempat wisata di Jogja membuat kebun buah Mangunan pun makin dikenali oleh masyarakat luas. Kebun buah ini seakan-akan mampu membius semua mata wisatawan ke tempat ini dengan keindahan alam nan luar biasa. Tidak tertandingi. Apalagi, disaat pagi hari tiba. Sangat mengesankan sekali.

Daya Pikat Kebun Buah Mangunan

Terletak di dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 200 mdpl, membuat tempat ini mendapat julukan sebagai negeri diatas awan. Dengan pemandangan kabut yang terbentuk tepat di hadapan mata, keindahannya memanglah luar biasa. Dapat dikatakan lokasi wisata ini satu tipe atau jenis dengan Kalibiru.

Dibarengi pemandangan gunung yang tampak terlihat bersama dengan lembayung (matahari), secara perlahan mulai memancarkan sinarnya dengan warna emasnya yang menakjubkan

Kebun buah ini mulai dikerjakan pembangunannya pada tahun 2003 di atas tanah seluas 23 hektar. Berkat tanah seluas ini, membuat kebun buah mangunan ditanami banyak sekali pohon diantaranya mangga, rambutan, jeruk, durian, manggis dan masih banyak lagi yang lainnya

Selain pohon buah, kebun ini juga mempunyai pohon jati, dan juga pohon pinus yang tampak menawan

Saat memandang kearah selatan, Kamu akan terpana akan pemandangan Pantai Parangtritis yang tampak mempesona. Hanya saja, Kamu musti saat keadaan beruntung. Sebab bila kabut tiba, maka panorama dari pantai parangtritis hanya akan menjadi sebuah impian belaka.

Selain Pantai Parangtritis, ada juga pemandangan sungai Oya (Kali Oya) yang mana melintang dan berkelok, walaupun sedikit surut. Akan tetapi, bisa memberikan sebuah warna yang lain daripada yang lain. Yang mana sungai ini membuat pesona dari Kebun buah mangunan tampak semakin sempurna. Belum lagi hawa dan udara yang sejuk serta angin yang berhembus lirih. Hingga enggan rasanya untuk beranjak dari tempat ini.

Kamu ingin melihat keindahan Kota Bantul ? Tidak perlu sampai jauh-jauh, lokasi ini memiliki gardu pandang yang menawan. Kamu akan diberi suguhan panorama Kota Bantul yang elok. Bangunan-bangunan kecil tersebut layaknya sebuah pelengkap yang mana keberadaannya begitu penting.

Mau jam berapa pun berkunjung ke lokasi ini akan terasa sangat pas. Selain tidak terik akan matahari, banyaknya pepohonan yang berhasil hidup disini menjadikan atmosfer tersendiri.

Lokasi ini juga memberikan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga mendapatkan udara segar.

Rute dan Lokasi Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan ini terletak di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul Yogyakarta. Untuk bisa sampai di tempat ini sebenarnya cukup mudah. Dari Terminal Bus Giwangan, kamu bisa arahkan kendaraan menuju jalan Imogiri Timur. Cukup ikuti saja jalan tersebut hingga sampai di sebuah lapangan.

Kurang lebih 500 meter dari lapangan tersebut, belok ke kanan menuju ke kebun buah mangunan. Nanti kalian akan menemukan papan petunjuk yang mana bermanfaat bagimu untuk bisa sampai di kawasan ini. Petunjuk arah dan jalan yang kalian lalui cukup baik, sehingga kemungkinan tersesat sangat kecil. Atau buka Google Maps sekalian biar lebih aman dan jelas.

Harga Karcis Masuk Kebun Buah Mangunan

Harga karcis masuknya pun terbilang murah, hanya dengan 5 ribu rupiah saja. Dengan biaya parkir 3 ribu untuk motor, dan 5 ribu untuk mobil. Dengan area parkir yang lumayan luas dan nyaman. Namun sayangnya, fasilitas Musholla yang ada kurang begitu dirawat sebagaimana mestinya.


Pantai Parangtritis – Pesona Pantai Selatan Jogja Yang Abadi


Pantai Parangritis merupakan sebuah kawasan di Yogyakarta yang memiliki daya magis yang lumayan kuat. Sehingga, cukup menarik minat para wisatawan untuk datang dan kemudian datang lagi ke pantai yang sejak dahulu kala menjadi ikon lokasi wisata di Jogja ini. Lokasi wisata yang selalu dihubung-hubungkan dengan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul ini tidak pernah kehilangan wisatawan yang mengunjungi sedikit pun.

Dahulu kala, pada zaman pariwisata masih belum berkembang dan masyarakat masih belum sadar akan sosmed atau media sosial serta selfie. Lokasi tujuan wisata di Yogyakarta yang paling populer saat itu adalah Jalan Malioboro, Pantai Baron, Pantai Krakal, Kukup dan juga Pantai Parangtritis. Berbagai belahan masyarakat dari berbagai belahan daerah baik Domestik maupun Mancanegara selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi tempat ini.

Sekarang, pariwisata sudah berkembang dengan begitu pesatnya, kebanyakan masyarakat sudah mengenal sosmed atau media sosial. Banyak sekali pariwisata di Yogyakarta mulai bermunculan dan menyuguhkan sebuah pesona serta keindahaan tersendiri.

Akan tetapi, pantai klasik parangtritis ini tetap kokoh berdiri menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak pernah terlupakan oleh siapapun. Selalu ramai dan menjadi salah satu tujuan piihan.

Pantai parangtritis tidak begitu saja kehilangan pamornya sebagai primadona seluruh masyarakat. Malahan, saat ini parangtritis pun mengembangkan diri dengan berbagi jenis wahana yang dapat dinikmati wisatawan. Dapat saya pastikan, Pantai Parangtritis ini menjadi salah satu lokasi wisata kekinian yang bisa menjawab kebutuhan zaman.

Kawasan ini bisa memberikan Kamu sebuah pelajaran yang berharga bila pantai tidak hanya sekedar pasir dan ombak saja. Sebaliknya, ada sisi lain yang masih dapat untuk di eksplor atau digali lebih jauh lagi dan lebih mendalam lagi, tergantung bagaimana para pengelola mengemasnya.

Ditambah adanya mitos Nyai Roro Kidul pun tidak lantas hilang begitu saja. Sebab, apa yang ditakut-takutkan oleh masyarakat dulu sudah terjawab jelas secara ilmiah. Tentang seberapa ganasnya ombak yang bisa menyeret orang dan kemudian menenggelamkannya ke dasar laut. Jika zaman dahulu, para orang tua akan mengatakan bahwa wisatawan yang mengalami kejadian seperti itu berarti, wisatawan tersebut dibawa kealam lain, ke kerajaan pantai selatan dengan mitos kaos atau pun baju yang berwana hijau. Berhubung dulu sangat tidak dianjurkan memakai baju hijau saat berkunjung ke pantai ini.

Sarana dan Prasarana di Pantai Parangtritis

Wilayah pantai yang lumayan luas membuat pihak pengelola pun mencoba memberikan penawaran olahraga yang cukup ekstrem yaitu ATV. Kehadiran ATV ini pun disambut baik oleh para warga dan juga wisatawan tentunya. Baik warga asli Jogja maupun luar daerah Jogja. Mereka merasakan seperti mendapat pengalaman yang baru. Dengan membayar biaya sebesar 50 ribu untuk 15 menit, wisatawan dapat mencoba sensasi naik motor yang satu ini.

Selain itu, ada lagi delman yang dapat disewa untuk menikmati semilir angin pantai selatan yang dikenal begitu kencang. Hanya dengan membayar biaya 20 ribu saja, wisatawan akan diajak berkeliling dari ujung hingga ke ujung pantai ini. Pengalaman yang sangat menarik mengingat wisatawan yang berasal dari luar kota Jogja sebagai contoh Jakarta, dan juga Surabaya yang mana keberadaan delman bisa dibilang tidak ada. Dan tentunya masih banyak lagi fasilitas yang bisa didapatkan di Pantai Parangtritis ini. Jangan lupa ajak sanak saudara, teman, kekasih, dan lainnya untuk berkunjung kesini. Jogja Tetap Istimewa !!